Macam-Macam Gaya Bahasa Tasybih dalam Ilmu Bayan

Macam-Macam Tasybih :

1.      Dilihat dari keberadaan Musyabbah, dan Musabbah bih-nya :

a.       Tasybih mufrad, yaitu gaya bahasa tasybih yang musyabbah serta musyabbah bih nya satu.

 Contoh : و هي تجري بهم في موج كالجبال

                        موج : مشبه

                        الجبال : مشبه به

                        ك : أداة التشبيه

b.      Tasybih taswiyah, yaitu gaya bahasa tasybih yang musyabbahnya lebih dari satu, sedangkan musyabbah bihnya ada satu.

Contoh :أدمعي كاللآلي و ثغره في صفاء و

ثغر و أدمعي : مشبه

اللآلي مشبه به

ك : أداة التشبيه

c.       Tasybih Jama’, yaitu gaya bahasa tasybih yang musyabbahnya ada satu, sedangkan musyabbah bih nya lebih dari satu.

Contoh : و سهيل كوجنة الحب في اللون و قلب المحب في الخفقان

سهيل : مشبه

وجنة الحب و قلب المحب : مشبه به

ك : أداة التشبيه

d.      Tasybih mutaddid, yaitu gaya bahasa tasybih yang musyabbahnya berbilang, dan musyabbah bih nya juga berbilang.

Contoh: شعر و وجه وقد    ليل و بدر و وغصن

                        مشبه به              مشبه

e.       Tasybih murakkab, yaitu gaya bahasa tasybih yang musyabbah dan musyabbah bih nya berbentuk murakkab (terdiri dari beberapa hal yang melebur menjadi satu kesatuan yang utuh yang tak terpisahkan)

Contoh: كأن مثار النقع فوق رؤوسنا و أسيافنا ليل تهاوي كواكب

2.      Dilihat dari segi ada atau tidak adanya adat tasybîh

a.       Tasybîh Mursal (disebut adat tasybîh-nya)

Tasybîh mursal adalah tasybîh yang adat tasybîh-nya disebutkan, seperti

Contoh : أنا كالماء إن رضيت صفاء و إذا ما سخطت كنت لهيبا

b.      Tasybîh Muakkad (dibuang adat tasybîh-nya)

Tasybîh muakkad adalah salah satu bentuk tasybîh yang dibuang adat tasybîhnya.

Contoh: أين أزمعت ايهذ الهمام   #   نحن نبت الربا و أنت العمام

3.      Dilihat dari segi ada atau tidak adanya wajh al-syibh

a.    Tasybîh Mufashshal (disebut wajh syibh-nya)

Tasybîh mufashshal adalah tasybîh yang disebut wajh al-syibh-nya

Contoh : كالسيف في إخدامه و الغيث في إرهامه و الليث في إقدامه

b.    Tasybîh Mujmal (dibuang wajh syibh-nya)

Tasybîh mujmal adalah tasybîh yang di buang wajh al-syibh-nya

Contoh: فكانه لذة صوته و ديبه  #   سنة تمشي في مفاصل نعس

4.      Dilihat dari segi ada atau tidak adanya adat dan wajh al-syibh

a.    Tasybîh Balîgh

Tasybîh Balîgh adalah tasybîh yang dibuang adat tasybîh dan wajh al-syibhnya

Contoh : أنت شمس أنت بدر أنت نور فوق النور

b.    Tasybîh Ghair Balîgh

Tasybîh Ghair Balîgh adalah tasybîh yang merupakan kebalikan dari

tasybih Balîgh.

5.      Dilihat dari bentuk wajh al-syibh

a.    Tasybih tamtsil, adalah tasybih yang keadaan wajh syibah nya terdiri dari gambaran yang dirangkai dari keadaan beberapa hal.

Contoh : bisa kita lihat pada sya’ir abu Firas Al-Hamdany:

و الماء يفصل بين روض إلي   #   الزهر في الشطين فصلا

كبشاط و شء جردت #  أيدي القيون عليه نصلت

Dari syair diatas, kita melihat bahwa Abu Firas ingin

menyerupakan suatu keadaan yang ia lihat dengan keadaan lain yang ia

bayângkan. Maka wajh syibh-nya adalah gambaran secara menyeluruh.

b.    Tasybîh Ghair Tamtsîl

Tasybîh ghair tamtsîl adalah tasybîh yang wajh al-syibh-nya tidak terdiri

dari angkain gambaran beberapa hal. Wajh al-syibh pada tasybîh ghair

tamtsîl terdiri dari satu hal atau mufrad. Tasybîh ghair tamtsîl merupakan kebalikan dari tasybîh tamtsîl.

6.      Tasybîh yang keluar dari kebiasaan

a.       Tasybîh Maqlûb

Tasybîh maqlûb adalah suatu jenis tasybîh yang posisi musyabbah-nya

dijadikan musyabbah bih, sehingga yang seharusnya musyabbah dijadikan

musyabbah bih, dan yang seharusnya musyabbah bih menjadi musyabbah

dengan anggapan wajh al-syibh pada musyabbah lebih kuat.

Contoh: و بدا الصباح كأن غرته  #  وجه الخليفة حين يمتدح

pada syi’ir ini terangnya fajar diibaratkan dengan wajah khalifah, padahal

seharusnya sebaliknya. Pada tasybîh yang biasa, wajah khalifah disamakan

dengan fajar yang menyingsing.

b.      Tasybîh Dhimnî

Tasybîh Dhimnî adalah jenis tasybîh yang keadaan musyabbah dan

musyabbah bih-nya tidak jelas (implisit). Kita bisa menetapkan unsur

musyabbah dan musyabbah bih pada tasybîh jenis ini setelah kita

menelaah dan memahaminya secara mendalam.

Contoh : فإن تفك الأنام و أنت منهم  #  فإن المسك بعض الغزال

Kata-kata pada syi’ir di atas pada lahirnya tampak tidak berbentuk tasybîh. Akan tetapi jika kita tela’ah secara teliti rangkaian kata-kata tersebut

sebenarnya mengandung pengertian tasybîh. Syi’ir di atas mengingatkan agar

seseorang yang merasa bangga akan ketinggian status sosialnya ia tidak boleh

sombong. Ia harus menyadari bahwa dia itu sama dengan manusia-manusia

lainnya. Pada syi’ir ini penyair membandingkannya dengan keadaan minyak

kasturi yang harum. Minyak itu berasal dari darah rusa yang kotor. Bentuk

tasybîh pada syi’ir di atas sangatlah halus dan tidak fulgar.


Komentar